Panduan Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Tak Punya NPWP - Melek Payroll

Panduan Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Tak Punya NPWP

Panduan Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Tak Punya NPWP


Panduan Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Tak Punya NPWP

Ketika melamar ke kantor baru dan sampai ke tahap penandatanganan kontrak, departemen HR pasti akan menanyakan NPWP. 

Menurut Direktur Jenderal Pajak (DJP) NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak atau pembayar pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan, berfungsi sebagai identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.

NPWP diberikan kepada Wajib Pajak yang sudah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan di dalam Undang-Undang perpajakan dan tidak akan berubah meskipun Wajib Pajak berpindah domisili.

Selama ini, NPWP selalu digunakan untuk persyaratan administrasi, membuka rekening bank, mengajukan kartu kredit, menjual tanah dan juga keperluan lainnya. Namun, NPWP juga memiliki peran penting dalam proses penghitungan pajak penghasilan. Jadi supaya segala masalah yang tidak di inginkan itu tidak terjadi, anda dapat mencoba untuk menggunakan software akuntansi atau jasa konsultan, maka segala masalah keuangan dan segala kegagalan dalam bisnis kita dapat teratasi. 

Maka pastikan Anda sudah memiliki NPWP atau membuat baru sesegera mungkin apabila belum ada. Lantas apa konsekuensi bagi Wajib Pajak yang belum memiliki NPWP?

Wajib Pajak yang belum memiliki NPWP tarif yang dikenakan bagi Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang diberikan oleh pemberi gaji akan lebih besar dibandingkan dengan Wajib Pajak yang sudah memiliki NPWP.

Aturan PPh 21 Karyawan yang Tak Punya NPWP

Kondisi dimana seorang karyawan yang belum memiliki NPWP tetapi berkewajiban untuk membayar Pajak Penghasilan, diatur di dalam Undang Undang Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 21 Ayat 5a. Dijelaskan bahwa:

Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memiliki NPWP tetapi memperoleh penghasilan, akan dikenakan pemotongan PPh 21 dengan tarif lebih tinggi yaitu sebesar 20% dibandingkan Wajib Pajak yang sudah memiliki NPWP.

Setiap karyawan yang akan membayar PPh 21 tetapi belum memiliki NPWP harus mengalikan jumlah penghasilannya dengan persentase Wajib Pajak ditambah dengan 120%. Tarif PPh 21 yang ditetapkan di dalam Undang-undang Perpajakan yaitu:

  1. Sebesar 5% untuk setiap penerima penghasilan sampai dengan Rp 50 juta per tahun.
  2. Sebesar 15% untuk setiap penerima penghasilan Rp 50 juta sampai dengan Rp 250 juta per tahun.
  3. Sebesar 25% untuk setiap penerima penghasilan Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta per tahun.
  4. Dan sebesar 30% untuk setiap penerima penghasilan lebih dari Rp 500 juta per tahun.

Contoh Soal PPh 21 Karyawan Punya NPWP

Gaji Rp 11.000.000,-
Biaya Jabatan (5% x Gaji) (Rp 550.000,-)
Penghasilan Neto Sebulan Rp 10.450.000 ,-
Penghasilan Neto Setahun (Rp 10.450.000 x 12) Rp 125.400.000,-
  • Hitung Penghasilan Kena Pajak (PKP): Penghasilan Neto Setahun – Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) TK/0
    Rp 125.400.000 – Rp 54.000.000 =  Rp 71.400.000,-
  • Hitung PPh 21 Terutang Setahun Pajak Progresif (Karena Rp 71.400.000 Lebih dari Rp 50.000.000)
    (5% x 50.000.000 = Rp 2.500.000) + (15% x 21.400.000 = Rp 3.210.000) = Rp 5.710.000.
  • Hitung PPh 21 Terutang Sebulan: Rp 5.710.000 : 12 = Rp 475.833.

Contoh Soal PPh 21 Karyawan Tak Punya NPWP

Gaji Rp 11.000.000,-
Biaya Jabatan (5% x Gaji) (Rp 550.000,-)
Penghasilan Neto Sebulan Rp 10.450.000 ,-
Penghasilan Neto Setahun (Rp 10.450.000 x 12) Rp 125.400.000,-
  • Hitung Penghasilan Kena Pajak (PKP): Penghasilan Neto Setahun – Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) TK/0
    Rp 125.400.000 – Rp 54.000.000 =  Rp 71.400.000
  • Hitung PPh 21 Terutang Setahun Pajak Progresif (Karena Rp 71.400.000 Lebih dari Rp 50.000.000)
    (120% x 5% x 50.000.000 = Rp 3.000.000) + (120% x 15% x 21.400.000 = Rp 3.852.000) = Rp 6.852.000.
  • Hitung PPh 21 Terutang Sebulan: Rp 6.852.000 : 12 = Rp 571.000.

 

Gunakan Konsultan Pajak Untuk Melaksanakan Kewajiban Perpajakan anda

Ketika anda melakukan kewajiban perpajakan mulai dari hitung, setor dan lapor. Kewajiban perpajakan tentu tidak bisa ditinggalkan, karena dengan adanya jasa konsultan pajak, anda akan memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Nah, seandainya anda kesulitan dalam melakukan kewajiban perpajakan, anda pun bisa saja menggunakan jasa konsultan pajak yang dimiliki FR Consultant Indonesia sebagai pemilik jasa laporan keuangan dan jasa pembukuan.

Bagi anda yang tinggal di Depok, anda bisa menggunakan jasa konsultan keuangan di Depok.

FR Consultant Indonesia memiliki staf-staf terbaik untuk membantu anda memonitor sistem keuangan perusahaan anda. Kami adalah juga Jasa Konsultan Keuangan untuk pengelola keuangan bisnis, yang juga konsultan manajemen keuangan, sekaligus jasa konsultan pajak. Kami juga menyediakan tenaga ahli untuk konsultasi manajemen bisnis. Anda bisa menghubungi kami, karena kami hadir untuk anda.

FR Consultant Indonesia. Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak
Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991.

0 Response to "Panduan Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Tak Punya NPWP"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel