Apakah THR Kena Pajak Lebih Besar dari Pajak Gaji Bulanan? - Melek Payroll

Apakah THR Kena Pajak Lebih Besar dari Pajak Gaji Bulanan?

Apakah-THR-Kena-Pajak-Lebih-Besar-dari-Pajak-Gaji-Bulanan?Apakah THR Kena Pajak Lebih Besar dari Pajak Gaji Bulanan?

Apakah THR Kena Pajak Lebih Besar dari Pajak Gaji Bulanan?

Saat mendengar kata THR (Tunjangan Hari Raya), setiap karyawan pasti merasa Bahagia. THR merupakan salah satu bonus yang ditunggu-tunggu oleh karyawan setiap tahunnya karena besarnya nilai tunjangan yang didapatkan, yaitu satu kali gaji bulanan.

Aturan pemberian THR pun dijamin oleh Pemerintah melalui peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.6 Tahun 2016 dan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No: PER-31/PJ/2012.

Di dalam aturan tersebut dijelaskan mengenai besaran nilai THR yang diterima karyawan, hingga apakah THR kena pajak atau tidak. Layaknya upah atau gaji, THR merupakan jenis tunjangan yang termasuk ke dalam kategori objek pajal penghasilan (PPh 21).

Hal ini membuat uang THR yang masuk ke dalam rekening karyawan merupakan nilai yang telah dipotong dari pajak dan perusahaan yang wajib melaporkan pemotongan pajak THR karyawan dalam slip gaji mereka. Anda mungkin bisa menggunakan jasa konsultan pajak untuk membantu mengatasi masalah pelaporan pajak, baik pribadi atau pun usaha. Maka segala masalah keuangan dan segala kegagalan dalam bisnis anda dapat teratasi.

Perhitungan Pajak THR Karyawan

Pada prinsipnya, perhitungan THR kena pajak merupakan hasil dari perhitungan pajak penghasilan dari upah ditambah THR yang dikurangi oleh pajak atas upah. Mari kita lihat studi kasus di bawah ini untuk mengerti penghitungan pajak THR dengan lebih jelas.

Contoh Menghitung Pajak THR

Gita seorang pegawai di perusahaan A dengan gaji bulanan sebesar Rp 7.500.000 per bulan. Menjelang Hari Raya Idul Fitri bulan ini, Gita akan menerima THR dengan nilai sebesar satu bulan gaji. Berapa pajak yang akan terpotong dari penghasilan Gita di bulan ini?

Pajak Atas Upah Pajak Atas Penghasilan (Upah dan THR)
Gaji Kotor selama satu tahun: 12 bulan x Rp 7.500.000 = Rp. 90.000.000 Gaji Setahun: 12 bulan X Rp 7.500.000 = Rp 90.000.000
Biaya Jabatan: 5% x Rp 90.000.000 = Rp 4.500.000  THR: Rp 7.500.000
Gaji Bersih selama satu tahun = Rp 75.500.000 (hasil dari pengurangan Gaji Kotor dengan Biaya Jabatan) Penghasilan Kotor (Upah dan THR) = Rp 97.500.000
PTKP  (untuk orang pribadi): Rp 54.000.000 Biaya Jabatan: 5% x Rp 97.500.000 = Rp 4.875.000
PTKP  (untuk orang pribadi): Rp 54.000.000 Penghasilan Bersih (Upah dan THR) = Rp 86.450.000 (hasil dari pengurangan Penghasilan Bruto dengan Pengurang)
Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp 21.500.000 (hasil dari pengurangan Gaji Bersih Setahun dengan PTKP) PTKP (untuk orang pribadi): Rp 54.000.000
PPh 21 Upah (Gaji) Terutang Setahun = 5% x Rp 21.500.000 = Rp 1.075.000 Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp 32.450.000 (hasil dari pengurangan Penghasilan Bersih Setahun dengan PTKP)

PPh 21 Upah (Gaji + THR): 5% x Rp 32.450.000 = Rp1.622.500

Dari perhitungan di atas, maka kita dapat mencari pajak THR Gita dengan rumus:

PPh 21 THR = PPh 21 Upah (Gaji + THR)  – PPh 21 upah (Gaji) terutang Setahun
= Rp 1.622.500 – Rp 1.075.000 = Rp 547.500

Pajak THR vs Pajak Gaji Bulanan

Apabila kita membandingkan antara penghitungan pajak gaji bulanan dan pajak THR dari rincian yang dijabarkan di atas, maka kita dapat mengerti alasan yang membuat pajak yang dipotong dari gaji bulanan kita akan selalu lebih besar saat kita menerima THR. THR sebagai objek pajak mempengaruhi total penghasilan bersih sebagian komponen untuk perhitungan PPh 21.

 

Gunakan Konsultan Pajak Untuk Melaksanakan Kewajiban Perpajakan dalam Perusahaan anda

Ketika anda membantu dalam melakukan kewajiban perpajakan mulai dari hitung, setor dan lapor. Kewajiban perpajakan tentu tidak bisa ditinggalkan, karena dengan adanya jasa konsultan pajak, anda akan membantu wajib pajak guna melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Nah, seandainya anda kesulitan dalam melakukan kewajiban perpajakan, anda pun bisa saja menggunakan jasa konsultan pajak yang dimiliki FR Consultant Indonesia sebagai pemilik jasa laporan keuangan dan jasa pembukuan.

Bagi anda yang tinggal di Depok, anda bisa menggunakan jasa konsultan keuangan di Depok.

FR Consultant Indonesia memiliki staf-staf terbaik untuk membantu anda memonitor sistem keuangan perusahaan anda. Kami adalah juga Jasa Konsultan Keuangan untuk pengelola keuangan bisnis, yang juga konsultan manajemen keuangan, sekaligus jasa konsultan pajak. Kami juga menyediakan tenaga ahli untuk konsultasi manajemen bisnis. Anda bisa menghubungi kami, karena kami hadir untuk anda.

FR Consultant Indonesia. Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak
Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991.

0 Response to "Apakah THR Kena Pajak Lebih Besar dari Pajak Gaji Bulanan?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel